Alternatif pengganti AGP (Antibiotik Growth Promotor)

FUCOIDAN (EKSTRAK RUMPUT LAUT COKLAT)

              Tepung rumput laut coklat memiliki berbagai manfaat antara lain imunomodulator, mematikan sel kanker, antibakterial, pemacu pertumbuhan dan antivirus. Rumput laut coklat memiliki banyak zat yang berpotensi besar bagi kesehatan hewan dan manusia. Pelarangan antibiotik sebagai growth promotor menggerakkan ilmuwan untuk menemukan pengganti antibiotik sebagai growth promotor yang lebih ramah lingkungan. Tepung rumput laut coklat berpotensi besar menggantikan antibiotik sebagai growth promotor. Rumput laut coklat menggandung fucoidan yang berfungsi sebagai imunostimulan dan kandungan serat yang tinggi yang berfungsi sebagai prebiotik.
              Rumput laut coklat memiliki habitat didaerah intertidal pada karang-karang ditepi laut. Rumput laut coklat memiliki berbagai spesies. Spesies yang paling sering dijumpai di Indonesia adalah Sargassum sp. Potensi dari rumput laut coklat tergantung dari berbagai hal antara lain lingkungan tempat rumput laut tumbuh, spesies rumput laut dan proses pengolahan serta ekstraksi zat aktif. Rumput laut memiliki kandungan serat yang dominan sehingga harus digunakan secara tepat agar tidak terjadi penurunan berat badan. Rumput laut coklat berefek positif pada hewan muda dibanding hewan dewasa.
         Penggunaan tepung rumput laut coklat pada ayam umur 0 sampai 7 hari dapat meningkatkan berat badan secara significant. Tepung rumput laut coklat berefek negatif pada berat badan ayam diusia 7 hari keatas. Tepung rumput laut coklat butuh dikaji lebih jauh agar menemukan formulasi yang tepat.
         Penelitian mengenai rumput laut coklat masih perlu banyak pengembangan. Banyak hal yang belum dapat ditentukan dengan pasti berkaitan dengan rumput laut coklat. Butuh pembuadidayaan lebih lanjut agar penelitian mengenai rumpaut laut coklat tidak hanya mengambil dari alam tetapi berasal dari budidaya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Distokia pada Kucing

Kepincangan pada Sapi

Sindrom Sapi Ambruk