Sindrom Sapi Ambruk
Sindrom Sapi Ambruk
Sapi ambruk merupakan masalah yang sangat merugikan bagi peternak sapi. Sindrom Sapi Ambruk(SSA) dapat menyebabkan kematian pada sapi. Kematian akibat SSA disebabkan karena penurunan fungsi organ - organ tubuh. Penanganan SSA harus dilakukan secepat mungkin dan tempo sesingkat mungkin. Semakin lama penanganan semakin kecil kemungkinan sembuh karena semakin banyak fungsi organ yang terpengaruh.
Penyebab SSA antara lain
1. Kekurangan mineral.
2. Sinovitis
3. Myositis
4. Traumatika
5. Kekurangan vitamin
6. Busuk kuku
7. dll.
Penanganan dilakukan melalui terapi kausative, simptomatik dan suportif. Pemeriksaan laboratoris sangat dibutuhkan terutama dalam penentuan adanya infeksi dan status mineral dalam darah.
1. Kekurangan Mineral
Sapi ambruk dapat terjadi akibat kekurangan mineral. Dua mineral yang apabila kebutuhannya tidak tercukupi dapat berakibat ambruknya sapi yaitu kalsium dan magnesium.
a. Kekurangan kalsium (Hipokalsemia)
Hipokalsemia adalah kadar kalsium dalam darah yang rendah. Gejala hipokalsemia dapat muncul apabila kadar kalsium dalam darah mencapai 10mg/dl atau lebih rendah. Gejala hipokalsemia meliputi anoreksia, hipotermia, longgarnya spincter ani, sulit bergerak dll. Hipokalsemia terjadi ketika kebutuhan tubuh terhadap kalsium meningkat dan tidak dapat terpenuhi sehingga kadar kalsium dalam darah menjadi rendah. Hipokalsemia sangat sering terjadi ketika sintesis susu berlangsung yaitu sesaat sebelum kelahiran atau beberapa hari setelah kelahiran. Hipokalsemia sering terjadi pada sapi yang gemuk karena sapi gemuk menghasilkan susu yang lebih banyak. Kalsium sangat dibutuhkan dalam sintesis susu. Sapi perah harus dijaga kadar kalsium dalam darah antara 8-10 mg/dl. apabila kurang dari itu dapat diberikan kalsium secara oral 50g sampai 150g, injeksi antara 0.5-2g per 100kgbb. injeksi kalsium dapat diberikan secara intravena, subkutan dan intramuskular. pemberian kalsium secara intravena tidak boleh lebih dari 1g per menit jadi dapat dicampur pada infus. Subkutan dan intravena dapat dilakukan di beberapa tempat.
1. Kekurangan Mineral
Sapi ambruk dapat terjadi akibat kekurangan mineral. Dua mineral yang apabila kebutuhannya tidak tercukupi dapat berakibat ambruknya sapi yaitu kalsium dan magnesium.
a. Kekurangan kalsium (Hipokalsemia)
Hipokalsemia adalah kadar kalsium dalam darah yang rendah. Gejala hipokalsemia dapat muncul apabila kadar kalsium dalam darah mencapai 10mg/dl atau lebih rendah. Gejala hipokalsemia meliputi anoreksia, hipotermia, longgarnya spincter ani, sulit bergerak dll. Hipokalsemia terjadi ketika kebutuhan tubuh terhadap kalsium meningkat dan tidak dapat terpenuhi sehingga kadar kalsium dalam darah menjadi rendah. Hipokalsemia sangat sering terjadi ketika sintesis susu berlangsung yaitu sesaat sebelum kelahiran atau beberapa hari setelah kelahiran. Hipokalsemia sering terjadi pada sapi yang gemuk karena sapi gemuk menghasilkan susu yang lebih banyak. Kalsium sangat dibutuhkan dalam sintesis susu. Sapi perah harus dijaga kadar kalsium dalam darah antara 8-10 mg/dl. apabila kurang dari itu dapat diberikan kalsium secara oral 50g sampai 150g, injeksi antara 0.5-2g per 100kgbb. injeksi kalsium dapat diberikan secara intravena, subkutan dan intramuskular. pemberian kalsium secara intravena tidak boleh lebih dari 1g per menit jadi dapat dicampur pada infus. Subkutan dan intravena dapat dilakukan di beberapa tempat.
Komentar
Posting Komentar
Berkomentar dengan bebas