Skabiosis pada Kucing serta penanggulangannya

Skabiosis pada Kucing
     Skabiosis diakibatkan adanya infestasi tungau [pada kulit kucing. Tungau merupakan parasit yang bersifat mikroskopis. Tungau dapat dilihat dengan jalan melalukan kerokan kulit atau skin scraping dan diamati dibawah mikroskop. Penangan skabiosis meliputi beberapa hal , antara lain:
  • Grooming atau mandi. Kucing secara alamiah tidak menyukai air. Kucing yang dijadikan hewan peliharaan wajib untuk dimandikan. Kucing apabila tidak mandi dapat menularkan penyakit tertentu pada manusia. Salah satu penyakit yang dapat menular kemanusia adalah Skabiosis. Mandi kucing dapat dilakukan dipetshop atau klinik hewan. Memandikan kucing memerlukan keahlian khusus. Frekuensi mandi yang dianjur adalah seminggu sekali sampai dengan dua minggu sekali.
  • Suntik kutu. Suntik kutu dilakukan setiap 14 hari sekali. Suntikan ini dapat dilakukan oleh dokter hewan terdekat. Terapi skabiosis memerlukan minimal dua kali suntikan.
  • Vitamin bulu. Vitaamin yang diperlukan ketika scabies antara lain vitamin a dan E. Asam amino dan lemak (Omega 3 dan Omega 4) dapat pula membantu penyembuhan
  • Tetes kutu. Tetes kutu dapat dilakukan sebulan sekali.
     Terdapat dua jenis tungau yang sering ditemukan pada kucing yaitu Sarcoptes sp dan Notoedres cati. Gejala Klinis skabiosis meliputi keropeng(telinga, kaki dll), rasa gatal, bau tubuh tidak sedap dan kemerahan pada kulit. Beberapa kasus skabiosis dapat menyebabkan alergi pada kucing serta penurunan kondisi tubuh. Alergi dan penurunan kondisi tubuh dapat menyebabkan kematian pada saat pengobatan dengan prosentase yang sangat kecil.
       Siklus hidup tungau berjalan kurang lebih 21 hari dari telur hingga dewasa. Tungau dewasa akan melakukan perkawinan dan selanjutnya setelah 24 jam paska perkawinan tungau  menggali liang dikulit sedalam kurang lebih 2mm untuk bertelur. Setiap betina dapat menghasilkan 3-4 telur dalam satu liang. Tungau mengkonsumsi cairan tubuh, darah dan sel yang mati pada hewan. Kotoran tungau, saliva dan pergerakan tungau menyebabkan rasa gatal terutama dimalam hari. Tungau tidak suka akan sinar matahari sehingga lebih aktif dimalam hari.
Gambar1.  Tungau (jantan, betina dan telur)







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Distokia pada Kucing

Kepincangan pada Sapi

Sindrom Sapi Ambruk