Flue pada Kucing


Flue pada Kucing

Flue merupakan permasalahan yang sering dijumpai pada Kucing. Flue sangat merugikan bagi peternak, selter maupun penghobi. Salah satu alasan flue pada kucing sangat merugikan adalah adanya sifat persisten atau terus ada. Persistensi flue pada kucing disebabkan karena kemampuan agen infeks untuk berdiam  pada sel ganglion trigeminus. Agen infeksi yang berada pada ganglion trigeminus dapat kembali aktif ketika kucing mengalami stres (lingkungan, transportasi, kebuntingan dll). Kucing yang pernah mengalami flue disarankan untuk dilakukan sterilisasi. Tujuan dilakukan sterilisasi yaitu agar agen infeksi tidak terus berkembang melalui rute induk ke anak. Kebuntingan atau stres berpeluang besar menjadi penyebab reaktivasi agen infeksi. Flue sangat berpotensi berpengaruh pada janin dan bayi kucing.
Flue dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri. Virus penyebab flue pada kucing antara lain Rhinotrchaetis virus dan Calicivirus. Penyebab flue pada kucing dari golongan bakteri: Chlamidophila felis, Mycoplasma, Bordetella dll.
Gejala klinis flue meliputi bersin, adanya leleran hidung, sariawan dan ulcer pada mata.
Beberapa rute penularan flue pada kucing yaitu melalui kontak langsung, aerosol (rute udara) dan rute oral serta mukosa tubuh. Kucing yang sembuh dari flue dapat bersifat karier. Karier berarti penyebar agen infeksi tetapi kucing tersebut tidak ada gejala klinis. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Distokia pada Kucing

Kepincangan pada Sapi

Sindrom Sapi Ambruk