Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Feline Urinary Syndrom (FUS)

Gambar
Feline urinary syndrom (FUS) adalah  sindrom pada saluran perkencingan. Sindrom tersebut meliputi peradangan dan sumbatan pada saluran perkencingan. Gejala FUS sering terjadi pada kucing jantan yang rata-rata berusia diatas empat tahun. Predesposisi FUS meliputi perkawinan yang tidak teratur, kurang minum, infeksi, terlalu banyak asupan mineral dll. Gejala Klinis FUS adalah stranguria (nyeri saat kencing), hematuria (kencing berdarah), polakiuria (kencing berulang), oligouria (tidak ada kencing) dan muntah. Penanganan FUS meliputi menghilngkan kristal yang menyumbat, menurunkan risiko pembentukan kristal, mengatasi peradangan dan mengobati infeksi. Gejala FUS bervariasi, hal tersebut juga dapat dijadikan tolok ukur status keparahan kasus. Kucing yang mengalami FUS dan muntah menandakan kasus  sudah berada stadium lanjut [tingkat kematian diatas 60%]. Pencegahan Fus dapat dilakukan antara lain memberikan pakan basah secara berkala, melakukan perkawinan secara rutin, paka...

Flue pada Kucing

Gambar
Flue pada Kucing Flue merupakan permasalahan yang sering dijumpai pada Kucing. Flue sangat merugikan bagi peternak, selter maupun penghobi. Salah satu alasan flue pada kucing sangat merugikan adalah adanya sifat persisten atau terus ada. Persistensi flue pada kucing disebabkan karena kemampuan agen infeks untuk berdiam  pada sel ganglion trigeminus. Agen infeksi yang berada pada ganglion trigeminus dapat kembali aktif ketika kucing mengalami stres (lingkungan, transportasi, kebuntingan dll). Kucing yang pernah mengalami flue disarankan untuk dilakukan sterilisasi. Tujuan dilakukan sterilisasi yaitu agar agen infeksi tidak terus berkembang melalui rute induk ke anak. Kebuntingan atau stres berpeluang besar menjadi penyebab reaktivasi agen infeksi. Flue sangat berpotensi berpengaruh pada janin dan bayi kucing. Flue dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri. Virus penyebab flue pada kucing antara lain Rhinotrchaetis virus dan Calicivirus. Penyebab flue pada kucing dari golongan...

Pinjal pada Kucing

Gambar
Pinjal pada Kucing Pinjal merupakan ektoparasit yang sangat sering ditemukan pada Kucing. Spesies pinjal yang sering ditemukan pada kucing adalah Ctenocephalides felis. Pinjal ini dapat menghasilkan 500telur selama hidupnya. Pinjal rata-rata dapat hidup selama dua bulan hingga satu tahun. Siklus hidup pinjal antara lain telur, larva, pupa dan dewasa. Lama siklus hidup tergantung dari suhu dan kelembapan lingkungan.

Kutu pada Kucing

Kutu pada Kucing Kutu adalah masalah yang sering ditemukan pada daerah tropis terutama kucing liar atau kucing yang diliarkan. Kucing yang berstatus hewan kesayangan dan sangat jarang keluar rumah tidak ditemukan kutu pada umumnya.  Kutu bersifat hospes spesifik, tetapi tidak menutup kemungkinan dapat menular dari hewan kemanusia terutama didaerah tropis. Kasus infestasi kutu pada groomer sesekali terjadi. Perbedaan kutu pada daerah tropis lebih cepat berkembang dibanding kutu pada daerah empat  musim. Siklus hidup kutu terdiri dari telur kemudin menetas menjadi nimpha dan terus berkembang serta moulting hingga menjadi dewasa. Pada daerah tropis dibutuhkan waktu dua minggu kutu berkembang dari telur hingga dewasa.  Penanganan infestasi kutu meliputi pencukuran rambut kucing, mandi rutin seminggu sekali dan suntik kutu atau tetes kutu. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menjaga kucing agar tidak sering keluar rumah sehingga meminimalkan kontak kucing...